the choosing

Posted: Juli 12, 2012 in Kisah cinta

akan ada suatu saat kau mengalami keadaan pelik dalam suatu hubungan, suatu masa kritis untuk berkata iya atau tidak. Uuntuk memulai atau tetap berada di tempat ini saja. Just walking around, to be a friends, or being a lover.

have you in such condition? i have one, this day.

-_-

things left unsaid is the most beautiful one

aku tidak pernah salah dalam memilih, semua hal yang menjadi pilihanku adalah yang terbaik. Aku hanya terlalu kurang pintar untuk mengetahui bahwa pilihanku mungkin tidak akan memilih aku balik. Itu saja. Jadi harus belajar untuk mulai mengetahui apakah hati ini sudah memilih orang yang akan memilih aku. Bukan hanya memilih orang yang aku suka, tetapi juga belajar memilih orang yang akan memilih aku sebagai pilihan terbaik dia.

-_-

“Hmm…perpustakaan ini masi tetap sama seperti perpustakaan yang dulu pernah aku kunjungi”, seru gadis mungil bergaun ungu cerah dengan belahan dada yang mengundang decak kagum orang sekitarnya karena kerah yang dipunyai gaun itu seakan tidak pernah dibuat manusia. “Aku dulu selalu suka untuk berjalan-jalan dengan menggunakan sepatu boot hitam kesayangan aku itu, keren. Apalagi jika lampu-lampu kota sudah mulai dihidupkan dan menyelimuti sekitarku dengan cahaya kuning keemasan lembut yang selalu membuat hatiku senang. Pohon-pohon Ways yang kelihatan kering tetapi menyala terang karena lampu-lampu kota. Apalagi jika perutku yang kecil ini mulai berkonser ria di sampingnya. Aku selalu suka kejutan kecil yang dia bawakan untukku sesaat ketika dia menghilang sebentar. Entah darimana dia bisa selalu mendapatkan berbagai makanan aneh yang sepertinya tidak pernah aku lihat dan aku rasa juga tidak dijual di sekitar ini. Benar-benar teman yang membekas di hati,” seru gadis itu sembari menghela nafas panjang.

Kriet…..bunyi pintu masuk perpustakaan yang dibuka pelan, mengundang setiap orang yang membaca memandang sebenar ke arah bunyi itu. Tidak lama kemudian masuklah seorang gadis mungil dengan dibalut gaun ungu cantik yang kecantikannya mengatakan bahwa dia seperti bukan manusia. Benar-benar gadis tercantik yang membuat setiap mata dan nafas berhenti sejenak untuk mengagumi makhluk satu ini. Gadis cantik mungil dengan rambut yang bermerah menyala dengan berbagai helaian warna hijau, kuning, ungu, dan biru di beberapa helaian, tetapi seakan warna rambut itu begitu lembut, mengundang setiap mata untuk mengagumi gadis itu dari bawah ke atas. Benar-benar kunjungan yang tidak biasa. Seluruh penunjung seakan terhipnotis ketika melihat gadis itu berjalan masuk seraya berjalan masuk menyusuri lorong-lorong tua yang dibentuk dari puluhan ribu rak tua yang seakan berteriak karena begitu penuhnya tempat itu dengan buku.

“Perpustakaan terbesar di dunia,” seru gadis mungil itu dengan wajah sendu sembari menghembuskan nafas panjang.

“Akhirnya aku bisa kembali lagi ke tempat ini. Perpustakaan pertama tempat aku bertemu dengan Rg. Perpustakaan yang masih tetap sama seperti saat aku tinggalkan dulu. Benar-benar seperti tidak pernah aku tinggalkan. Baunya, hentakan bunyi kaki hak tinggi putih aku, kibasan angin yang menderu dari AC tua itu, harum bunga dandelion yang dulu pernah kita tanam bersama dengan mengambil resiko dimarahi pemilik perpustakaan ini, dan juga bau harum kopi hangat yang selalu membuat aku kangen untuk diam-diam menambahkan gula ke gelas kopinya hanya untuk melihat sekali lagi ekspresi jengkel dia karena kopi pahit dia jadi kopi termanis di dunia. Oh Rg, benarkah ini bukan mimpi, aku sudah sampai di tempat ini lagi sayang, ‘” seru gadis itu sembari kembali menghembuskan nafas panjang. “Perpustakaan ini masi tetap sama, tetapi hanya tidak ada kamu di dalamnya….,” seru gadis itu pelan dalam hatinya.

“Ha ha ha ha ha ha, ayo kejar aku, masa si kamu gak isa kejar aku, katanya wanita tercepat di dunia, mana? Buktikan Craz!!” seru Rg sembari berlari menyusuri lorong-lorong perpustakaan membawa buku pilihanku yang ingin aku pinjam. “Rg, aku gak suka! Perpustakaan mau tutup, gak suka ah! Jangan buat aku BT Rg. Aku butuh buku itu untuk tugas arsiping kuliah besok. Rg!” seru Craz jengkel sembari mengejar Rg dengan emosi tinggi. “Rg!”, seru Craz dengan suara keras.

Dung, dung, dung, bunyi jam kayu tua yang berkumandang 3 kali. Pertanda bahwa perpustakaan akan segera ditutup. “Rg! Aku serius kali ini! Pokok kalau buku itu sampai tidak bisa aku pinjam hari ini, kamu akan lihat akibatnya. Rg!” seru Craz keras-keras sembari kebingungan mencari teman karibnya itu. “Rg, aku serius, aku perlu buku itu,” seru Craz dengan nada putus asa dan tetesan air mata yang mulai mengalir. “Rg…” seru Craz putus asa karena lampu perpustakaan sudah dimatikan sebagian.

“Rg..bahkan suara tawa kamu masih bisa aku dengar. Entahlah, apakah aku bisa menjadi Craz yang dulu. Aku kangen perpustakaan ini, tapi sebenarnya aku juga bingung, benarkan aku merindukan perpustakaan ini, atau mungkin aku merindukan sesuatu yang lain? Perpustakaan ini tampak berbeda tanpa kamu…'” seru gadis mungil bergaun ungu itu pelan sembari menopangkan tangannya di meja kayu tempat dulu dia biasa bercengkrama dengan teman karibnya itu. “Rg, kamu luar biasa.” seru gadis mungil itu dalam hati.

“Craz.” seru Rg pelan sembari menurunkan buku yang Craz baca. “Iya?” jawabku pelan sambil memasang tampang pura-pura BT. “Ada apa?” jawabku sembari menarap Rg dengan wajah heran. Tidak biasanya aja tiba-tiba dia berani mengatakan pendapatnya. Sesuatu yang langka. Perlu diperhatikan dengan seksama!

“Nih.” kata Rg seraya memasangkan headset di kepalaku. “Apaan si Rg? Bukankah ada larangan untuk membarang barang elektronik ke dalam perpuskaaan ya? Apalagi headset, kamu gila?” seruku dengan nada heran. “Ah kamu ini. Peraturan itu sudah dirubah.” jawab Rg singkat. “Sejak kapan?” balas ku tidak kalah singkatnya. “Detik ini!” seru dia sembari sibuk memasangkan headphone di kepalaku. Aku hanya menggerakkan kepalaku ke kanan pura-pura heran. Ini benar-benar kejadian langka.

“Kamu ini perlu melihat dunia. Aku gak suka dengan dunia kamu. Begitu coklat.”‘ seru dia pelan. “Coklat?” jawabku pelan dan bingung sembari menatap dalam ke arah matanya yang hijau zambrut itu. Mata yang membuat setiap cewek jatuh cinta, kecuali diriku, seruku dalam hati sembari tersenyum kecil.

“Kamu tahu gak gadis teraneh di dunia. Sekarang akan aku perlihatkan keindahan dunia kepadamu. Untuk merubah dunia coklatmu, aku rasa cara terbaik adalah dengan membuat kamu bahwa ada dunia yang bisa membuat hati kamu dipegang lembut olehnya. Bentar ya Craz.” seru Rg sembari mengeluarkan Handphone dia dan berkutat sebantar. “Uda, sekarang kamu harus mendengarkan semua lagu-lagu ini dan jangan kometar. No comment, Key?” kata Rg singkat dan tegas, tetapi ada suatu kelembutan aneh di suaranya, benar-benar tidak biasa. Pikir aku dalam hati.

Stereo love

“Rg.” kata gadis mungil itu pelan sembari memilih-milih lagu yang akan dia putar untuk dia dengarkan dengan headset yang disediakan pengelola perpustakaan ini.”Aku tidak menyangka, sebuah lagu bisa mengubahkan duniaku, terima kasih Rg…” seru gadis itu dengan senyum dalam hati. Dan setelah menemukan sebuah buku yang menarik, gadis itu duduk dengan anggunnya di kursi baca kesukaan dia. Kursi baca yang disediakan hanya untuk dia dan Rg. Iya, kursi baca khusus di ruangan ekslusif mereka karena Rg dengan kegigihannya berhasil menyakinkan pengelola perpustakaan untuk menyewakan ruangan itu di hari-hari Valentine hanya untuk mereka, selama sebulan penuh.

RG & CRAZ only!!!

Aku tersenyum simpul karena ternyata tulisan dan polisi line masi tertata rapi padahal ini bulan Maret. Benar-benar pria yang mengagumkan, tapi entah kenapa hatiku tidak pernah berdetak di sampingnya. Apakah karena memang hatiku ini benar-benar beku karena trauma masa lalu yang menyakitkan itu ya. Rg benar-benar luar biasa dengan kepintaran dan kemisteriusan dia..Rg…andai suara kecil ini bisa menghadirkan kamu di hadapanku, andai..Entahlah perasaan hangat apa ini yang dari tadi seakan mengganggu dan tak mau pergi..

cinta itu indah, tapi terkadang juga pahit, sepahit kopi yang biasa kau pilih Rg. Rg, aku hampir tau segalanya tentang kamu, segalanya, tetapi aku terlalu takut untuk mengetahui mungkin akan ada masa-masa cinta itu akan menjadi menjemukan dan membosankan. Rg, aku tidak mau menjadi bosan denganmu, aku ingin selalu mengenangmu sebagai yang terindah….Rg…I never let go…

Bip, tiba-tiba semua mata memandang ke arahku. Astaga, aku lupa mematikan HP aku. Suara keras Stereo Love berkumandang mengejutkan seisi perpustakaan. Aku sendiri juga merasa kaget. Cepat-cepat aku buka HP aku dan tertegun mengetahui siapa pengirim pesan singkat dan memberikan cumi (cuma miskal) barusan.

“Aku mencintaimu Craz. Kamu wanita teraneh yang berhasil memeluk hatiku. Cepat temui aku di sini, aku ada di sebelah kananmu, I’m the Right Man today for u Craz. Rg.” Aku tertegun membaca pesan singkat itu.

“Kamu terlambat Rg.” seruku pelan dalam hati seraya memandangi jari tengah tangan kananku yang telah dilingkari cincin biru toska perlambang sebuah ikatan dengan seseorang. “Rg, ternyata aku juga mencintai kamu. Rg, benarkah kau benar-benar di samping kananku?” seruku pelan sembari menoleh dan mendapati mata hijau lembut itu lagi. “Rg. Bisakah cinta kita bersatu? Bisakah aku mengambil keputusan untuk menarik kembali pertunanganku? Rg..” kataku kepada diri sendiri. “Tetapi cinta itu juga pilihan, mungkin aku mencintaimu. Tetapi aku juga tahu, aku lebih memilih untuk mengenangmu sebagai yang terindah.”

“Aku mencintaimu juga temanku =).” balas smsku pendek seraya memaksakan diriku untuk tersenyum ke arah mata hijau yang sekali lagi mampu menghangatkan kebekuan hatiku.

Cinta adalah ketertarikan hebat yang tidak masuk akal.

Kasih sayang adalah keputusan sadar untuk selalu bersama dengan seseorang yang menjadi pilihannya.

Cinta bisa berlangsung sesaat, dan kasih sayanglah yang akan melanjutkan cinta itu sampai kapan pun.

“Aku ingin mencintaimu seumur hidupku. I LOVE You Craz. Forever and Ever. Will u please marry me?”

Aku hanya tertegun dengan tulisan itu. Keheranan karena di saat aku tidak mengharapkan, Tuhan dengan cara ajaibnya menjawab sesuatu yang aku pertanyakan selama ini. “Rg... jawab hati kecilku pelan, “Aku juga mencintaimu, please release me,” seruku pelan dalam hati sembari melepas lembut cincin hijau toska itu.

“Rg?” seru aku pelan.

“Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang Craz. Key.” seru Rg pelan sambil memperlihatkan gambar di balik gambar yang dia pegang.

slower is better. Tenang, aku akan menunggu kamu siap. Aku mencintaimu. ~ RG

” Rg???? Benarkah aku akan segera menjadi nyonya Rg? Benarkah?, ” kataku pelan dan bingung.

“Craz. Aku tahu kamu wanita yang sulit, karena itulah kau berharga. Aku akan meninggalkan kamu sendiri untuk berpikir, tetapi tolong simpan pemberian pertamaku ini. Pemberian pertama setelah aku menyatakan cintaku kepadamu calon nyonyaku.” kata Rg pelan sembari memberikan sebuah manik-manik berkilau yang menyimpan suatu gambar. Tertegun aku melihat gambar itu.

“I can’t answer those question right know. Kita udah lama tidak bertemu, kamu belum mengetahui segala perubahanku, dan akupun juga belum tahu segala perubahanmu. Slower is better. Key” jawabku pelan dengan bijaksana. “Dalam sebuah negosiasi, sesuatu yang diputuskan tanpa pertimbangan yang matang terkadang bisa membawa malapetaka. Aku ingin kita berdua win.” seruku seraya berlalu pergi meninggalkan Rg dengan suatu perasaan yang aneh. Akhirnya terjadi juga kisah cinta yang dulu pernah aku inginkan, tetapi aku tidak menyangka kisah cintaku ternyata lebih, yah, Tuhan memang keren.

Dalam hidup, akan ada banyak hal yang akan menarik matamu, tetapi hanya sedikit hal yang bisa menarik hatimu. Ingat itu=)

~ to be continued

Iklan
Komentar
  1. Shind berkata:

    pilihannya: #nikah.. 😀 #eh #emaap
    ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s