the heart

Posted: Juli 16, 2012 in Kisah cinta

just make sure you’ve been choosing the right man before you decide to fall in love with.

“Aku belum melihat dunia. Itu saja alasan kenapa aku sampai saat ini aku sering galau,” jawabku singkat membalas pesan offline dia di YM.

“Dunia ini luas, tetapi aku belum memiliki sayapku sendiri untuk menguasai setiap detailnya, tetapi benarkah aku menginginkan dunia? Atau sebenarnya dunia adalah cara pintasku untuk mendapatkan sesuatu lain? Jalan memutar yang aneh,” seruku pelan dalam hati sambil melepas satu persatu kancing kemeja suamiku. Aku kesenangan melihat ekspresi nakalnya melihatku melakukan hal itu. Ingin mempercepat waktu dan menikmati adegan berikutnya, tetapi hari ini beda. “Harus dinikmati perlahan-lahan ya,” seruku pelan dalam hati sambil tersenyum penuh arti juga melihat ekspresi terpejam matanya dengan senyuman yang membuat aku jatuh cinta.

Kata orang, kamu tidak boleh menemukan alasan kenapa kamu mencintai seseorang, karena dengan begitu itu namanya bukan cinta. Yah, tetapi apalah logika jika perasaan sudah bermain. Aku tinggal jatuh saja. Aku suka cara negosiasi dia memenangkan setiap penolakanku untuk sebuah komitmen antara dua pasang manusia. Yah, he win this time. And I hope there will be more negotiation in our marriage when he win-I lose, or I Win-He lose, or win in both side. I just love his negotiation way. I think kita memang perlu sesekali mengambil resiko untuk sesuatu ini. I just sure that he will hold this hands forever no matter happen, those reason is enough di samping segudang kriteria lain yang dia bisa pass dengan baik. Tipe pria yang bisa membuat aku selalu sayang. Unpredictable.

“Yah, setidaknya saat ini aku bergalau ria dengan seseorang, not something.” Kataku pelan sekali lagi dari hati. Hmm..hari ini pesta besarku. Balas dendam pertamaku kepada dunia. Akhirnya aku mendapatkan waktu suamiku seharian penuh. No body came in the middle of us. Just two of us. Aku rasa aku mulai menikmati kehidupan after married, sunyi tapi asik.

Aku cinta entrepreneurship! Memang awalnya aku takut, bisa atau tidak ya?

Tetapi benar juga hal itu, kata seseorang, business is just a game, once you know the rule and know how to win, you will get addited with it. Love him so much for taking me to his wonderful world. Entrepreneuship world.

“Kamu harus hati-hati kalau ngomong ato update status. Tidak semua orang mampu seperti kamu. Wirausaha itu perlu seseorang yang mau untuk susah dahulu senang kemudian. Pokoknya berani gagal! Ok, ” SMS balasan dia menanggapi keputusan aku untuk keluar dari pekerjaanku.

Yah, aku juga tidak menyangka. Aku merasa aneh setiap kali melihat seseorang yang berada di bawah kendali sebuah sistem. Apalagi ketika seseorang yang hampir pensiun mengatakan bahwa perusahaan tempat dia bekerja hanya memberikan pesangon 25 juta dan tunjangan pensiun hanya 1 juta/bulan, jauh sekali dengan gaji dia setelah bekerja hampir 25 tahun yang HANYA sebesar 4 juta rupiah/bulan. What a…

Jadi apakah ini jalan hidupku?

Apalagi kengerian membayangkan orang-orang yang berkata akan memulai usaha dia sendiri ketika pensiun. Jadi artinya baru mulai di usia 55 tahun? What a…

Ah sudahlah. Yang penting i choose the correct path. Inilah hasil dari keputusan dulu, Tidur siang hingga jam 10 pagi tanpa perasaan bersalah dengan kesempatan memeluk suami dengan manja sepanjang malam tanpa ada dering alarm mengingatkan untuk bangun dan mandi pagi. Yah, pengorbanan yang cukup berarti. Impian untuk membuat sebuah sistem dengan beberapa orang pintar di sistem itu yang bekerja untuk kami berdua. Astaga, aku gak nyangka kekuatan kata “berdua”. Akhirnya aku menemukan duniaku bersama dia. Yah. Aku rasa cukup untuk hari ini.

“Dunia entrepreneurship yang kelam tetapi manis di akhir. Sebuah sekolah kehidupan banget ya suami,” kataku pelan dalam hati dan puas setelah berhasil melepas semua kancing baju dia dan akhirnya. “Sesi dimulai,” seruku pelan di telinga dia dan mulai mencium lembut dia di bagian yang paling aku suka. Bagian yang hanya milikku.

“Oi dung2 bangun!!!! Katanya mau lihat sunset!! Hampir ketinggalan ni gara-gara keusilan lu ama gue semalem, dasar ni anak!! Woi!!”

“Haduh…untung cuman mimpi. Gak isa bayangkan ya apa pernikahan gue kalo gue menikah hanya karena bungkus tanpa tau isi dalemnya. thank GOD…” kataku pelan dalam hati. Untung cuman mimpi..Pasti karena dinginnya ni gunung, buset….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s