the cage

Posted: Juli 18, 2012 in Kisah cinta

Man doesn’t seek a woman who loves him. Man is seeking a woman who can makes him fall-ling in Love.

Rintik hujan yang turun semakin menambah galau hati ini. Apalagi bunyi-bunyian sepeda motor yang berlalu lalang di depan rumah yang seakan mengatakan kenapa hari ini kamu seharian aja di rumah? Bukankah ada banyak hal indah di luar sana? Yah, mungkin karena aku lebih merasa nyaman berada di rumahku.

Rumahku sendiri, dengan sebuah dapur kecil tempat aku dan suami berekperimen dan semua kejadian lucu ketika memasak, sampai kejengkelanku karena dia memotong sesuatu kekecilan atau kebesaran hingga mencela selera masing-masing soal rasa.

Tapi ini dapurku, dapur kami ketika keinginan untuk masak kumat, yah walaupun hanya ketika hari Minggu saja. Senin sampai Sabtu full bisnis, belum bisa ditinggal layaknya orang yang sudah sukses dan hanya perlu mengontrol saja. Bisnisku masi belum bisa berjalan sendiri. Masi bayi dia,tapi aku yakin dia akan mandiri. Aku dan suami uda mengumpulkan banyak orang hebat yang bisa dipercayai. Namun ya itu, masi ada ketakutan kalau gak memegang atau setidaknya calling beberapa orang dalam seminggu. Maklum bisnis kami ini International kelasnya, cabangnya tidak di Indonesia thok. Bikin pusing aja..ckckckc

Tapi aku bahagia. Aku isa mengontrol bisnisku dari rumah. Rumah sederhana yang orangpun tidak bakalan tahu besarnya rekening tabungan kami berdua,heheheh.

Gakpapa, aku memang ingin rumah yang kecil aja, cukup ada mesin cuci, tiang jemuran, semua peralatan yang membantu aku mengerjakan pekerjaan rumah, dan sensasi memilik sebuah garasi, kali aja nanti jagoanku isa kaya Steve Jobs atau Bill Gates yang membangun bisnis dia dari rumah. Garasi yang gak ada isinya karena daripada memiliki mobil, aku berhasil menyakinkan dia untuk hanya menyewa! Walaupun kita isa beli, tapi aku ini gampang bosan. Aku ingin menyewa aja. Jadi bulan ini aku punya BMW, mungkin bukan depan aku punya sedan, atau kalau mau diperpanjang, aku sewa aja. Aku suka dia mau menuruti kemauan aku walaupun aku rasa juga aneh. Yah, keanehan ini dan ketidaknyamaan tidka punya mobil akan mengamankan kami berdua dari orang-orang yang ingin berbuat jahat. Aku gak mau rumah mungilku ini disantrongi maling. Ingin merasakan sensasi gak punya apa-apa walaupun sebenarnya ya punya apa-apa, hehe.

Yah, rumah mungil yang membuat setiap orang tidak perlu berjalan jauh-jauh untuk menemukan orang lainnya. Bahkan kalau ada malingpun, dia akan kita temukan hanya dalam hitungan detik!

Rumah kecil yang menimbulkan pertengkaran hebat dengan calon suami. Dua dunia yang berbeda. Dia ingin rumah yang besar, dengan ruang tamu yang luas, kebun yang berhektar-hektar, sebuah kolam renang, lapangan basket, futsal, bahkan kalau bisa dia juga ingin memelihara seekor gajah dan cheetah. Alamak, benarkah pria yang aku pilih ini ya…tapi aku suka. Dia mau menuruti kemauan aku untuk mengawali perkawinan dengan mencoba hidup sederhana layaknya pasangan suami istri pegawai dengan gaji pas-pasan. Aku juga mengingatkan dia kalau semakin kita kaya, semakin banyak teman “palsu.” Aku ngeri aja membayangkan hal itu. Aku benar-benar selektif memilih orang cak. Kita berdua sepakat untuk tampil sederhana aja. Toh perusahaan kami memang sengaja dipusatkan di luar negeri. Di Indonesia itu untuk kehidupan yang tenang dan sederhana. Di luar negeri untuk kehidupan kedua yang memang glamour luar biasa.

Dua dunia yang berbeda. Dua pemikiran berbeda, dan dua selera yang benar-benar 180 derajat.

Yah. Akhirnya aku yang menang untuk versi pertama tahun kehidupan perkawinan kita. Sebuah rumah kecil hangat dimana akulah penguasa segalanya. Impian untuk mengurus sebuah rumah tanpa pembantu akhitnya jadi nyata. Apalagi keinginan untuk berusaha sendiri sudah menjadi nyata. Aku bisa mengatur orang-orangku sambil mengelus ni perut yang tambah hati kok tambah ndut aja…si jagoan besar akan segara mendapatkan jagoan kecil dia..

Hmmm..hujan rintik-rintik pagi ini membuat pikiranku berkelana ke beberasa saat silam..Saat yang benar-benar kelam dalam sejarah hidup, tetapi juga saat yang sebenarnya aku perlu syukuri. Jika bukan karena dia, mungkin aku akan menjadi seseorang yang tidak seperti aku hari ini..

Hmmm..hujan rintik-rintik pagi ini membuat pikiranku berkelana ke beberasa saat silam..Saat yang benar-benar kelam dalam sejarah hidup, tetapi juga saat yang sebenarnya aku perlu syukuri. Jika bukan karena dia, mungkin aku akan menjadi seseorang yang tidak seperti aku hari ini..

Akhirnya kepala ini sadar setelah dihantam keras-keras hingga sehancur-hancurnya oleh seseorang. Kisah ‘cinta’ setahun pas. Yah,  i have learn something from u Rg. No me ames…

Yah, kalimat yang pernah aku baca di Facebook itu ada benarnya.Sesuatu yang menyakitkan itu hanya bisa mengubahmu ke 2 kondisi, menjadi lebih buruk atau lebih baik. Syukurlah diriku ini dirancang supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah kejadian yang buruk menimpa.

Ya, aku juga baru sadar itu setelah disadarkan oleh tangisanku karena ulah Rg dulu. Dia selalu membuat aku marah, tetapi akhir-akhir dia berkata kalau aku ini keras kepala dan hanya cara itu yang bisa dia tempuh untuk merubah aku, dengan menyakiti hatiku. Bahkan kalau bisa sampai buat aku nangis karena perubahannya benar-benar keren. Ckckckc….

Ada juga buku yang mengatakan bahwa cowo itu kaya burung yang sedang mencari sangkar yang cocok. Jadi jangan disalahkan jika memang dia itu memiliki naluri seorang petualang, tapi sekali dia menemukan sangkar yang pas, maka sejauh apa dia berpetualang, dia pasti akan kembali lagi kepadamu, jika memang kamu sangkar yang dia cari selama ini..

Yah, jadi cara paling tepat untuk mendapatkan seorang pria yang pas adalah untuk 100% menjadi dirimu sendiri. Jangan manawarkan ‘sangkar palsu’ atau menawarkan sebuah ilusi bahwa kamu sebenarnya seperti itu. Ingat! Dalam permainan sandiwara, pasti akan ada saat mulai, klimaks, dan ending, tapi yang namanya sandiwara, pasti akan ada saat pementasan ditutup. Jadi gak perlu jadi orang lain. Just sibukkan diri menjadi dirimu apa adanya sehingga jika sudah saatnya, Tuhan sendiri kok yang akan mempertemukan kamu dengan dia. Wanita idaman yang memang diidam-idamkan dia. Ok ladies?

“I think there is a reason behind mengapa lingga doni bentuknya kaya gitu?” Yah, mungkin..kataku pelan dalam hati seraya masuk ke dalam rumah untuk menghangatkan badan.

-_-

“Sayang…kok akhir-akhir ini kamu suka menyendiri sih? Aku kan jadi bingung….” kataku dalam hati sembari memandang wajah tidur pacarku itu. Terbersit suatu ketakutan dalam hati kalau mungkin aku melakukan sesuatu hal yang menyinggung hati dia, tapi apa?

“Sayang, aku tahu kalau kamu ini pria yang pastinya ingin selalu bebas. Ok, terbanglah dulu bebas-bebas. Aku juga tidak mau kamu salah pilih. Aku mau kamu benar-benar menemukan sangkarmu. Dan andaipun itu bukan aku, ya biarlah yang terbaik terjadi. Aku terlebih ingin burung kecilku ini benar-benar berbahagia hingga akhir hayat di sangkar pilihanmu. Take care ya sayang.” Seruku pelan sambil memeluk tubuh gempalnya dari belakang pelan-pelan dan erat seakan gak bakal ketemu dia lagi. Aku hanya tidak ingin membangunkan dia. Ya sudah. Mungkin ini memang saat terbaik untuk saling instropeksi juga. Apakah aku sendiri juga merupakan sebuah sangkar yang cocok untuk dia.

~cRAz

Dug. Hatiku tersendak kaget karena no me ames yang aku putar dengan mode repeat tiba-tiba berhenti. Tidak mungkin. Lampu masi menyala dan alat pemutar musik itu adalah yang tercangggih. Dijamin gak bakal mampus walaupun dunia kiamat. Itu kata si penjual. Gak mungkin dia berhenti sendiri. “Ada seseorang di rumahku..”, kataku pelan sambil berusaha mengingat di mana suamiku menaruh tongkat kasti kesukaan dia. Aduh…kok penyakit lupa tiba-tiba datang di saat-saat begini..

“Beib, aku gak suka ama ketikanmu barusan! Cengeng!!!” kata suamiku keras yang kelihatannya datang dari arah kamar utama. “Ya Tuhan, tidak pernah seumur-umur begitu bahagia mendengar suara keras dia yang cempreng itu. Oh Suami…” kataku seraya mengelus jantung ini dan meninggalkan tongkat kasti yang akhirnya aku temukan.

“Apa sayang? Kamu pulang kok gak bilang-bilang si. Bikin orang kaget” kataku tidak kalah kerasnya seraya melampiaskan kejengkelan juga karena kedatangan dia yang mengagetkan. Hampir mati ketakutan aku tadi.

“Ketikanmu kali ini cengeng! Pasti karena hujan. Aku lebih suka ketikanmu yang powerful. Sini kamu. Untung aku cepat-cepat mengeluarkan aura melo dari rumahku. Gak suka aku kamu dengar lagu-lagu cengeng kaya itu. Jangan diulangi lagi ya!!” Kata suamiku keras menyuruh aku ke kamar utama sembari mengeluarkan nada bijaksana ciri khasnya kalau menasehati aku. Yah, nada bijaksana yang juga menghentak jantungku setiap kali dia mulai melancarkan nasehat-nasehat mautnya yang benarnya aku juga uda tau, tapi baru aku lakukan kalau dia yang bilang. Oh belahan jiwa beneran..Baru ada sayap tu kata-kata kalau dia yang bilang…

Cepat-cepat aku ke kamar utama. Wa, berita besar ini. Ini pertama kalinya suami mau berkomentar tentang novel yang aku ketik di sela-sela bisnisku.

Tap. tap. tap..Bunyi langkah kakiku berlari kecil di rumah mungil kami. Tepat aku temui dia sedang duduk di atas kasur sambil melihat laktopku dan kelihatannya asik mengedit sesuatu.

“Sayang! Jangan diedit-edit!!!” kataku sambil mengambil laktopku dari tangan dia dan memeriksa tulisanku.

“Ah kamu ini. Jadi wanita ituharus kuat. Gak boleh cengeng! Kamu ini kan calon mama jagoan aku. Gak mau lo aku kali si jagoan jadi anak cengeng kaya mamanya!” kata dia keras tapi tiba-tiba melembut sambil memegang perut aku dan menciumnya pelan. “Si jagoan ini harus dapatin mama yang kuat dan keren, hehe” kata dia pelan seraya melihat perutku yang kayanya tiap hari kok kaya mau meledak. Bikin aku takut.

ku masi ingat ketika aku kuaget setengah mati ketika dokter mengatakan aku gak boleh pasang alat KB. Padahal aku rasa aku sehat-sehat. Hari itu aku cepat-cepat bangun pagi-pagi dan kasi catatan kecil di atas bantal yang bilang kalau aku keluar mengunjungi teman supaya suami tidak bertanya panjang lebar. Ingin pasang alat KB cepat-cepat, takut kebobolan.

Pengantin baru itu kan lagi hot-hotnya. Aku harus cepat pergi sebelum suami bangun. Eh, belum sempat bernapas, aku dikejutkan si dokter kalau aku gak isa alat KB sambil dia senyum-senyum ke arah aku. “Nyonya beruntung. Baru kemarin saya menghadiri pesta besarnya, eh, hari ini uda ada jagoan kecilnya di sini. Aku gak nyangka teman aku itu hebat juga. Benar-benar jagoan dia.” Kata dokter spesialis kandungan yang aku undang ke pesta penikahanku itu.

“Astaga…. ” kataku pelan dalam hati. Aku gak isa berkata apa-apa. Aku dikarunia seorang jagoan dan seorang  jagoan kecil hanya selang sehari aku ditaklukkan si jagoan besar semalaman? Alamak…

Bip…”Eh istri! Mau kabur kemana kamu! Sini!!!” Sms singkat dari suami mengejutkan aku.

“Eh dok, jangan bilang-bilang dia ya. Nanti dia ngamuk lagi. Ini rahasia. OK?’ kataku singkat sambil meraih tangan si dokter dan memegang jari kelingking dia sebagai sahnya perjanjian. “Ok dok?” seruku pelan. ”OK!” jawab dia sambil mengedipkan mata singkat, ciri khas kekonyolan tipe teman-teman suami. Ya sudahlah..nasib….memang mungkin ini kehendak yang di atas. Dasar suami! Pasti ini keinginan dia untuk cepat-cepat menimang jagoan kecil…ckckckc

Gak nyangka cepat juga aku dikarunia anak. Padahal pikirku ingin menikmati masa setahun tanpa siapapun. Eh, ternyata malam pertama kali aku uda kebobolan..gagal deh rencana aku. “Padahal aku uda gerak cepat, eh siapa sangka si adik dari adik kecilnya dia ternyata gak kalah cepatnya, kalah aku….” seruku pelan dalam hati ketika dia sibuk mengelus-elus ni perut.

Dia sih pengen punya anak cepat-cepat. Aku si mengiyakan di mulut, tapi dalam hati enggak….Katanya mau pacaran yang keren waktu setelah menikah…Ah suami ini..

“Ini aku ada rubah beberapa kata dan kalimat. Better!” kata dia sambil menunjuk beberapa kalimat yang memamg kelihatan cengeng..

“Ok deh sayang. Thank buat masukannya ya,” seruku pelan sambil mencium tu bibir yang bikin hati gemas. Yah, kamu suamiku sekarang. I can do anything yang aku suka. Kita uda dilegalkan untuk do apapun.

“Eh, mandi dulu. Bau tau. Kamu masak apa si? Keringat semua. Gak suka!!! Mandi dulu!” kata dia keras menyiratkan kejengkelan tapi juga rasa kangen. Yah, mau gak kangen. Yah mau gak kangen gimana? uda 2 minggu kita tidak bertemu karena dia perlu ke luar negeri membeli beberapa barang yang sudah habis sekalian melihat butik-butik aku yang ada di beberapa negara.

Dunia, aku bahagia punya dia. Burung kecilku.

“Kamu mandi dulu. Nanti aku kasi oleh-olehnya” kata dia manja sambil mencium lembut rambutku. “Ato gak usa mandi. Ta mandiiin aja ya” timpal dia seraya menyorongkan lengannya ke arah blus panjangku. “Aku kangen kamu sangkar kecilku.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s