the gift

Posted: Juli 22, 2012 in Kisah cinta

SOMETIMES THE INSIDE IS MORE IMPORTANT THAN THE outSIDE.

 

Heart and not a brain who know the right answer.

 

 

“Hmmm…hmmm… kataku dalam hati sambil tertegun ringan ketika mendapati bedak kesayangan aku ternyata disegel rapat. Aku tergelak. Bedak murah yang ternyata ringan dan tidak buat jerawatan itu bisa disegel sebegitu rapat, hmmmm….

“Betapa malunya aku jika aku sendiri tidak bisa menjaga “segelku” sendiri sebelum saatnya memang benar-benar tepat” celotehku ringan ketika membuka pelan segelnya yang ternyata lengket itu.”Masa aku dikalahkan bedak bikinan pabrik yang murah tapi gak murahan ini. Rugi dong aku jual mahal kalau ternyata kualitasku hanya kualitas wanita murahan yang mengumbar kehangatan dia hanya atas nama cinta? Bullshit cak! Hmm…untunglah aku sadar sebelum terlambat. terima kasih Tuhan.. ” doaku dalam hati seketika itu juga.

Iya juga ya. Manusia aja tahu apa gunanya segel. Untuk menandakan dan memberitahukan bahwa barang itu wothed. La chiki seharga 500-an aja disegel biar gak mlempem. Ini aku kok bermain-main dengan api dengan seseorang. Bahaya juga ternyata pacaran itu, banyak dosanya kalau gak isa menjaga iman..

Tapi “Wow” kataku pelan dalam hati. “Sensasinya memang beda. Serasa gimana gitu…” celotehku ringan kepada diri sendiri ketika mengetahui segel murah dari kertas dan tempelan murahan stiker murahan bundar itu membuat aku merasakan sensasi kesulitan “HANYA” untuk memakai bedak tabut itu. Yah..manusia aja tahu apa gunanya segel. La aku yang uda disegel ama si pemberi hidup kok main-main dengan segelnya sebelum malam yang benar-benar pertama dengan suamiku. “Ampuni aku Tuhan..” kataku pelan dalam hati saat itu juga.

“Yah, mungkin inilah kebanggaan suamiku kelak ketika dia mendapati ternyata walaupun aku urakan dan kayanya gak tau diri ini ternyata masi bisa menjaga “segelku” dengan baik. Yah, aku rasa itu juga sensasi yang akan aku rasakan jika aku juga mendapati akulah wanita pertama yang merasakan kehangatan dia…hmmm” seruku pelan sambil membayangkan seseorang yang beberapa hari ini bisa membuat aku selalu tersenyum ketika memikirkan dia. Hmmm

-_-

“What kind of stuff is it mister?” seruku pelan kepada bos cowoku yang uda 2 hari ini menjadi bosku di sebuah kantor distributor perawatan kecantikan terkenal di Singapura. “Try to eat it. It’s a rare peanut I have bought in Africa” kata bosku pelan dengan nada serius.

“Hah!?” seruku pelan dalam hati sambil berkomentar tajam dan agak kesal. Masa si kacang? Bodoh-bodoh gini, aku tahulah ini mutiara hitam yang langka. Kalau kacang kenapa dia memberikan benda itu dengan hati-hati menggunakan sapu tangan dan menyerahkannya hati-hati ke tanganku dengan sebelumnya menaruh sapu tangan di tanganku? Aku tahulah itu mutiara hitam yang belum diolah menjadi bundar sempurna.

Tapi ya sudahlah. Mungkin aja kacang Afrika itu ya kayak gini, namanya juga benua hitam..Maka dengan ragu-ragu aku coba gigit kecil sambil ketakutan kalau aku ini dijahilin sama dia. Yah, bos cowok tipe-tipe penakluk wanita yang buat setiap mata pelanggan berhenti sebentar ketika dia berjalan mengitari ruangan tunggu sales. Aku aja sedikit merasakan hentakan kecil di jantung aku ketika aku melihat dia kali pertama di acara wawancara kerja. Sensasi yang beda cak! Serasa bekerja dengan seorang dewa. Benar-benar handsome..

“Ih..” seruku pelan karena kacang ini ternyata sangat keras. Aku amati baik-baik permukaannya. Mungkin aja perlu dikupas dulu kulitnya.

“Huahaahahahhahah” suara keras bos cowoku itu keras-keras. “Finally I can see this scene, what a wonderful day today” seru bos cowoku pelan sambil mengacak-ngacak rambutku seperti sahabat lama yang lagi gemas.

“Anything wrong mister?” kataku dengan nada bingung dan penasaran dalam hati. Dalam hati aku berkata apakah mungkin dia tertawa karena akhirnya dia bisa melihat adegan lucu dimana seorang manusia purba selalu mencoba memakan sesuatu untuk mengetahui benda itu bisa dimakan atau tidak. Tapi mengap aku yang jadi korban kekonyolan ini? Dari sekian banyak wanita cantik di kantor, kenapa aku yang…”Kira, thanks for your lovely face. Kamu begitu lugu. Makanya aku memilih kamu untuk, ahahahaahahah” kembali bos cowo aku tertawa.

“Ladies. Kamu ini pendatang di Singapura ini. Hati-hati. There is many handsome and rich young boy outhere. Plenty outhere is a player. One night stanr. Be careful” seru dia pelan sambil menatap mataku dalam-dalam. “Wah, perasaan hangat apa ini” kataku pelan dalam hati seraya bingung-bingung dan kesenangan karena bisa mendengarkan dia berbicarda Indonesia. Aku selalu suka aksen seseorang. Aksen mereka yang terkadang bikin aku jatuh cinta. Aku orang yang lemah dengan sesuatu yang bisa menggoda telingaku..

“That’s a black pearl. People who know the value of it will not do the thing you do. Try to eat it, justy to know the taste. Begitu juga dengan cinta sejatimu kelak. Dia akan memperlakukan kamu dengan baik di detik pertama dia melihatmu. Percayalan cinta pada pandangan pertama karena cinta itu ada. Lelaki itu akan tahu kamu berharga atau tidak untuk dia. Jangan memberikan hatimu dan terutama your body to a man who can’t appreaciate and respect your value. Ok senorita?” kata bosku pelan sambil memegang ringan daguku dan mengarahkan pandanganku ke arah dia. Sekilas aku bisa melihat sebuah cincin biru toska yang menjadi liontin kalung dia. Dan entah kenapa ada perasaan aneh ketika aku melihat cincin itu.

-_-

“For u.” kata bos cowoku di hari keempat aku bekerja di kantor seraya memberikan cincin biru toska dengan disertai keharuman kopi italia yang tiba-tiba memenuhi ruangan karena orang kantor sudah mulai datang dan mulai membuat kopi untuk membuat mereka segar sepanjang hari.

Aku memandang aneh ke arah dia dan mencuri lihat cincin biru toska yang kemarin dia jadilkan liontion kalung dia. Cincin itu sudah hilang.

“Just remember what i said yesterday. There is many heart player there. Make sure you give your heart, soul, and body to a man. Not a boy. Remember, the right man.” Kata dia pelan sambil menggambar sebuah hati di meja dengan menggunakan jari telunjuk kanan dia.

“Kadang orang itu berperilaku aneh ketika melakukan pilihan terhadap sesuatu yang sebenarnya perlu dipikirkan lebih serius karena pilihan itu akan bersama mereka SEUMUR HIDUP.” imbuh dia singkat sambil memutar jarum jam dinding sampai ke arah jam 12 lagi. “24 hours, 7 days, 52 weeks, 365 days, and a thousand years sampai maut memisahkan.” Kata dia sambil mengembalikan jarum jam ke posisi semula.

“Mereka menimbang begitu lama jika ingin membeli mobil atau benda-benda yang akan membuat kantong mereka bolong, tetapi kadang hanya pikiran sekilas yang menentukan pilihan untuk sesuatu yang akan DIMILIKI seumur hidup. Padahal benda-benda itu bisa diganti dan harganya walaupun berapapun masi bisa dibeli dengan uang. But sometimes they give “the most beautiful and expensive thing they have’ to somebody without thinking twice” kata bos cowo aku sambil memegang kepalaku dengan jari telunjuk dia seakan mengatakan dan bertanya apakah otakku ini sudah pernah memikirkan hal itu.

“Pernikahan itu seumur hidup. Choose baik-baik ya Kira.” kata bosku dengan bijaksana sambil membelai lembut rambutku yang aku biarkan tergerai memanjang. Aduh….apa sih maksud bos cowo ini. “Buat aku bingung aja..” kataku sambil tidak berkutik karena kata-kata dan berbagai perumpamaan dan gerakan-gerakan yang dia buat barusan.

“Yes.” janjiku pelan dalam hati sembari menerima cincin biru toska itu dan mengangguk pelan untuk menandakan aku mengerti kata-kata dia.

Dan entah kenapa. Hari itu hari seakan berlalu begitu panjang karena begitu banyak pertanyaan dalam hati. “Oh Tuhan, tolong tuntunlah aku dalam pilihan yang satu ini. Pilihan yang paling menentukan. Pilihan dengan siapa aku akan menghabiskan hari-hari ke depan. Amin” seruku pelan sambil berdoa dan mulai bersiap mengerjakan pekerjaan rutin karena bos cowo sudah meninggalkan ruanganku. Ruangan kantor yang aku boleh mendesainnya dengan gaya dan styleku. Serasa punya perusahaan sendiri. “Tempat kuliah” S2 yang cukup menarik untuk mengasah keahlian dagang, sof skill, kepemimpinan, dan dapat gaji pula. Yah, aku akan “kuliah” di tempat ini 2 tahun aja. Aku akan menguasai Singapura.

“Seseorang akan lebih menghargai sesuatu yang dia anggap berharga. Bukan ketika sesuatu itu hilang, tetapi ketika sesuatu itu bahkan belum sampai ke tangan dia.” seruku pelan dalam hati ketika membaca sebuah status teman di Facebook.

Benar juga…aku menghargai anting emasku yang harganya hampir menyentuh jutaan rupiah tinggal sedikit.Anting emas yang asik dan hanya satu-satunya di atas etalasi. AKu suka. Anting emas pertama yang aku beli sendiri dengan uangku dan aku pilih sendiri bentuknya atas anjuran seorang teman. Bahkan aku selalu mengecek keberadaan dia ketika aku mandi atau mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas, takut-takut dia copot.

“Oh Tuhan..terima kasih aku sudah disadarkan atas harga sebuah “segel..” seruku pelan seraya menyiapkan diri untuk menyambut jam makan siang yang akan datang 5 menit lagi seraya melihat jam di HP.

Bip…bunyi dering sms HP aku. “Find a guy who decide to be the right man in the second he saw u. I pray for ur happiness. Btw, aku suka kamu pakai baju batik ungu itu. Rg”

Bip…bunyi HP aku lagi. “Aku selalu tahu kalau aku telah membuat kesalahan..maafkan aku Craz..Rg”

 true love

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s