the company

Posted: Oktober 16, 2012 in Kisah cinta
Tag:

“Akan selalu ada pekerjaan untuk setiap orang yang benar-benar ingin bekerja dengan hatinya.”

.+.+.+

“Papa, kenapa aku tidak pernah melihat seorangpun merasa sedih di perusahaan papa? Kenapa semua orang selalu tertawa dan menyambutku setiap kali aku datang menghampiri mereka? Apa yang salah dengan aku?’ kata seorang gadis kecil cantik dengan pita keemasan ungu yang disematkan mamanya di rambut  berkepang duanya yang dikuncir satu ke belakang.

“Hm…banyak bekerja sedikit bicara, itu kuncinya. Papa memilih orang yang Talk less, Do more. Ayo kamu ikut papa melihat para pencari kerja ini. Kali ini papa akan memberikan sebuah kejutan untuk peri kecilku.” kata seorang pria tinggi besar kepada anak perempuannya seraya mengangkat anak itu di bahunya. Sebuah perlakuan manis yang sangat disukai istrinya. Katanya hatinya selalu berdetak kepada setiap pria yang melakukan hal itu. “Maka tidak boleh tidak aku juga harus sering melakukannya karena aku ingin hatinya selalu berdetak untukku…” kata pria itu terdiam sebentar dan mulai berjalan sambil menggendong peri kecilnya menuju ke ruangan wawancara.

.+.+.+

“Can you see those BIG picture little princess?” kata pria dengan senyum yang cerah kepada peri kecil yang masi duduk di atas bahunya.

“I can daddy. Mommy tell me something about those picture. She says that mommy gave those picture to you when you fell that your dream will only be a dream.” kata gadis kecil yang mewarisi senyuman papanya itu.

“Great! I just love the way your mommy teach you. Yes, this BIG picture gave me something. And this picture gave me you cutie.” kata pria itu seraya membuka pintu ruangan dan mengantarkan mereka ke ruangan luas yang berisi 3 kandidat akhir yang akan menduduki kursi yang akan mengantarkan mereka menjadi salah satu orang kepercayaan pria itu dalam mengurusi keuangan perusahaan.

“My little prince and princess..apa lagi?” guman pria itu seraya mengingat seorang perempuan yang bisa membuat dunianya sangat berbeda. Seorang perempuan dengan banyak mimpi hingga dia sebagai pria saja begitu kagumnya. Seorang perempuan yang akhirnya bisa mewujudkan mimpi-mimpinya satu persatu.

“Tidak aku duga, menjadi seorang manajer, dosen, penulis buku, berkeliling dunia, bertemu kembali dengan seseorang, membangun sebuah perpustakaan, memberikan lapangan pekerjaan, membeli sendiri apapun yang dia mau tanpa uang suaminya, menjadi ibu yang mendidik anak-anaknya sendiri, mengatur rumah tanpa bantuan seorang pembantu, luar biasa..entah impian baru apalagi yang dimilikinya sekarang” seru pria itu dalam hatinya.

“Hanya Tuhan yang tau kenapa akhirnya aku jatuh cinta kapadanya” seru pria itu dalam hati sembari memberikan seulas senyum kepada anak gadisnya.

.+.+.+.

“Kamu diam di sini dulu ya.” seru pria itu seraya mendudukkan anak perempuan kecil itu di sofa yang menghiasi ruang kerja utama pria itu.

“Iya” seru gadis kecil itu singkat.

.+.+..+

“Setiap orang punya impian. Saya ada 3 pertanyaan penting untuk masing-masing kalian dan bisa mulai kalian tuliskan di atas kertas yang sudah diberikan. Yang pertama, tuliskan impian kalian. Yang kedua, siapakah kalian ini. Dan yang ketiga, apa yang kalian tahu tentang perusahaanku dan tentang pekerjaan yang akan kalian kerjakan. Kalian bisa langsung pulang setelah menyelesaikannya.” seru pria itu kepada 2 pemuda dan 1 pemudi manis yang menjadi kandidat dia kali ini.

“Sayang, ayo kita tinggalkan 3 orang ini. Papa ada sebuah kejutan kecil untuk kamu” kata pria itu seraya menggendong kembali anak gadisnya di atas bahunya.

“Kamu tau? Mamamu memilihku karena aku memiliki pemikiran yang sama dengannya. Dia memilihku karena sebagai seorang pria aku bisa melindunginya.” kata pria itu kepada anak gadisnya.

“Pa, aku lo tidak mengerti apa yang papa sedang bicarakan.” kata anak gadis itu sembari memainkan rambut papanya seperti kebiasaan mamanya ketika dia ingin dimanja.

“Hahaha, kamu mungkin hari ini tidak akan mengerti. Tapi ingatlah kata papa, lelaki yang mencintaimu akan melindungimu, terutama dari nalurinya untuk memilikimu sebelum waktunya.” seru pria itu sembari mengambil sebatang coklat yang dia simpan di sakunya dan memberikan kepada anak gadis itu.

“Wa, kis, kis” seru anak gadis itu sembari memeluk dan mencium pipi papanya. “Xie-xie, aku tidak menyangka papa juga tau keinginan aku. Pasti tadi pagi mama yang kasi ke papa ya coklatnya” seru gadis itu sembari merobek kemasan coklat itu dan memberikan 3/4 bagiannya kepada papanya.

“Mungkin iya, mungkin tidak, papa hanya ingin membuatmu senang cantik. Kamu seperti mama kamu, selalu suka untuk diberi kejutan. Tapi terkadang kejutan itu juga membuat papa sedikit berpikir. Kejutan yang membuat papa mengetahui ada seseorang yang bisa dibuat senang dengan mudahnya.” kata pria itu sembari menyimpan potongan 3/4 coklat itu. “Aku tahu kamu pasti mengingat prinsip mama kamu. Cukup sedikit untuk mengetahui. Terlalu banyak itu tidak baik. Oiya sayang, ayo kita lihat 3 kandidat itu lagi” seru pria itu sembari merengkuh anak gadisnya dan membawaya di rangkulannya. Kali ini dia menaruhnya di pegangan tangannya, berat juga ternyata.

.+.+.+.+

“Hmm…hanya tersisa 1 orang yang belum menyelesaikan pekerjaannya. Menarik.” seru pria itu pada dirinya sendiri.

“Belum selesai ya?” kata pria itu singkat.

“Bellum pak. Terus terang, saya bingung dengan 3 pertanyaan ini.” kata kandidat ini singkat.

“Ok, satu pertanyaan saja. Kenapa kamu menginginkan pekerjaan ini dan berapa gaji yang kamu harapkan?” tanya pria ini singkat kepada kandidat itu.

“Saya menginginkan pekerjaan ini karena sesuai dengan latar belakang saya dan kebetulan saya menyukai perusahaan bapak dan program misinya untuk membuat seluruh pegawai memiliki bisnisnya sendiri. Saya tertarik akan hal itu. Saya memang membutuhkan uang untuk makan dan keperluan saya, tapi entah kenapa, saya rasa uang sepertinya tidak berarti. Bisa dipekerjakan di sini saja merupakan sebuah sesuatu untuk saya.” kata kandidat ini tanpa ragu-ragu seperti kondisinya tadi. Malah tampak sebuah semangat yang entah datangnya dari mana.

“Menarik. Okelah. Kamu bisa emailkan 3 jawabannya ke email ini. Saya masih ada jadwal setelah ini. Kamu tunggu saja jawaban dari kami ya.” seru pria itu kepada kandidat ini.

.+.+.+

bip

“Wa..aku diterima..” seru kandidat itu serasa tidak percaya. Baru saja kakinya menginjakkan kaki di lantai parkiran perusahaan itu. Matanya langsung memandang ke puncak gedung itu dan melihat seulas senyum pria yang menanyai dia tadi sembari menggendong seorang anak perempuan di bahunya.

.+.+.++

“papa, pemudi tadi diterima ya?” seru anak gadis lucu itu kepada papanya.

“Ya. Seorang pemudi yang mengingatkan papa kepada cerita mama kamu. Ini juga suatu kejutan. Papa tau papa telah menemukan sosok mamamu yang dulu pernah diceritakan kepada papa.” seru pria itu sembari mengirimkan sms kepada istrinya untuk memintanya datang dan melihat pemudi ini datang di hari kerja pertamanya besok.

“Oiya, mama bilang kalau dia ada post SHMILY di Facebook dia hari ini untuk papa. Apa ya?’ seru pria itu sembari membuka account FB dari HP dia.

“Tidak ada kesenangan terbesar dalam bisnis selain ketika seorang pelanggan mengatakan dia sangat puas dengan perusahaan kita dan ucapan terima kasih yang diberikan setiap pegawai setiap kali slip gaji dibagikan kepada mereka.” kata pria itu dalam hati seraya mengucapkan syukur seraya menekan tombol enter yang menandakan dia menyetujui kenaikan gaji yang diminta beberapa pegawai yang memintanya.

“Sebuah perusahaan yang baik akan senantiasa memperhatikan kesejahteraan pegawai sehingga pegawai itu care kepada pelanggan dan akhirnya pelanggan care kepada bisnis kita.” seru pria itu kepada dirinya sendiri.

“Sayang, aku mencintai para pegawaiku. Seperti katamu dulu ketika kau menyisihkan sedikit keuntungan perusahaan untuk membeli keyboard ergonomis untuk setiap komputer yang perusahaan ini miliki. Kamu benar, keyboard murahan menimbulkan sakit karena dibuat asal. Aku baru tahu ketika ke rumah teman tadi.” seru sms pria itu sebagai SHMILY untuk mengejutkan istrinya sore itu.

“Never wish your life were easier, wish that you were better. Hehe, aku suka, aku akan datang besok. Thank kamu mengabari langsung jadi aku tidak menaruh jadwal apapun besok pagi.” sms balasan dari istrinya.

.+.+.+

~jadilah seseorang yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat setiap orang yang bekerja kepadamu juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi lingkungannya.

Sayang, kamu suka gak sms yang aku kirim barusan…” seru seorang wanita berambut panjang sembari melihat layar HP dia untuk melihat sms yang dikirimkan suaminya tadi pagi untuk sebuah SHMILY dia.

Suka kok, kamu mau ya aku jadi seperti itu?” seru seorang pria seraya mengeringkan kepalanya yang basah dengan handuk dari dan duduk di samping istrinya.

Ya, do it for me.” jawab wanita itu singkat mengakhiri percakapan sms itu seraya melihat sebuah foto yang dia dapatkan dari pernikahan partner bisnis mereka yang berada di luar negeri.

Surat cinta dari suamiku :P, yang ternyata….

 

 

 

I whisper words about you endlessly

Mostly to myself ’cause you make me believe

No one could ever love you like i could

There wouldn’t be a day you’d feel alone

And never would there be a time you didn’t know

‘Cause no one could ever love you like i could

 

So if you’d be the one to share my dreams

I’d never let you go

If you’d stay with me

I promise you would know

Of all the times i reached out for you

Girl can’t you see how i adore you

I couldn’t spend my life without you

Please believe me i would never doubt you

I’ll be the one to answer all your prayers

Anytime you need me, know that i’ll be there

‘Cause no one could ever love you like i could

I’m hopin’ that you hear these prayers of mine

I’m hopin’ that we’ll be together for all times

‘Cause no one could ever love you like i could

 

Oh! I would do anything

To share that special place in your heart

Please let me be the one who would mean everything

There’ll be no one to keep us apart

 

Of all the times i reached out for you

Girl can’t you see how i adore you

I couldn’t spend my life without you

Please believe me i would never doubt you

Of all the times i reached out for you

Girl can’t you see i’m dying for you

I couldn’t spend my life without you

Please believe me i would never doubt you

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s